Jumat, 08 Oktober 2010

DIGITASI PETA HASIL SCAN UNTUK KEPERLUAN PEMETAAN DIGITAL

Paper :DIGITASI PETA HASIL SCAN  UNTUK KEPERLUAN PEMETAAN DIGITAL
________________________________________________________

BAB I
PENDAHULUAN

1          Latar Belakang

Untuk mengetahui bentuk suatu bidang tanah yang telah diukur maka dilakukan penggambaran atas bidang tersebut. Dari gambar yang telah dibuat, dapat dilakukan pengeditan atas gambar tersebut, meliputi penghitungan luas, nomor identifikasi bidang, atau penetapan batas-batas bidang atas tanah itu sendiri. Gambar-gambar bidang tanah tadi kemudian disatukan dan membentuk peta suatu daerah.
Dengan seiring berjalannya waktu, pengeditan dan penggambaran gambar-gambar bidang tanah  memanfaatkan teknologi yang berkembang. Perangkat lunak yang diinstal di komputer dimanfaatkan untuk mengerjakannya. Dengan menggunakan perangkat lunak ini, informasi yang ada menjadi lebih dinamis. Jika terdapat perubahan pada gambar dapat langsung dilakukan perubahan dengan memanfaatkan perangkat lunak tersebut. Hal ini dapat membuat pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah dan optimal.
Perangkat lunak yang biasanya dipakai adalah AutoCAD Map. Ada sedikit perbedaan pada AutoCAD dengan AutoCAD Map. Yang paling dapat dilihat adalah adanya menu tambahan yang berkaitan dengan penggambaran peta pada perangkat lunak AutoCAD Map, sedangkan pada AutoCAD biasa tidak terdapat menu tambahan seperti itu.
Pengeditan gambar tidak hanya dilakukan pada gambar bidang yang dibuat dengan menggunakan AutoCAD maupun AutoCAD Map, pengeditan ini juga dapat dilakukan pada gambar bidang yang telah didigit dengan menggunakan perangkat lunak yang sama.
Kegiatan pendigitan peta ini diterapkan pada peta-peta lama yang telah discan. Tujuannya adalah agar dapat mengedit peta-peta tersebut. Namun, sebelum dilakukan pengeditan atas peta-peta tersebut, jenis datanya harus diubah terlebih dulu. Jika jenis datanya telah berubah menjadi data digital, barulah peta tersebut dapat diedit sesuai kepentingan.


2          Rumusan Masalah

Dengan berkembangnya teknologi, pekerjaan menjadi lebih mudah serta efisien. Hal ini juga berlaku di bidang pertanahan. Dengan berkembangnya teknologi, kegiatan penggambaran serta pengeditan peta dapat dilakukan dengan lebih cepat. Salah satu kegiatan pengeditan peta adalah dengan cara digitasi peta.

3          Tujuan Penulisan

Secara umum, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui tentang kegiatan digitasi peta pada peta yang discan untuk keperluan pemetaan digital. Tujuan spesifiknya adalah :
  1. Mengetahui tentang digitasi peta.
  2. Mengidentifikasi manfaat digitasi peta.
  3. Mengidentifikasi bagaimana digitasi dapat digunakan untuk keperluan pemetaan digital.

BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Digitasi Peta
Menurut Hasbi AS, Moh (2007), digitasi merupakan proses alih media cetak atau analog ke dalam media digital atau elektronik melalui proses scanning, digital photography, atau teknik lainnya. Sedangkan menurut Khomsin (2004) digitasi adalah proses untuk mengubah informasi grafis yang tersedia dalam kertas ke formal digital. Dalam prosesnya, digitasi memerlukan waktu, tenaga, biaya, dan menuntut adanya tenaga ahli yang cukup menguasai tekniknya.
Cara yang biasanya digunakan untuk memasukkan data dari media kertas ke digital adalah dengan menggunakan alat digitizer dan scanner. Alat digitizer mengubah ke format vektor, sedangkan scanner mengubah ke format raster. Format vektor itu sendiri berupa objek atau kondisi di dalam dunia nyata yang disajikan dengan menggunakan titik dan garis, posisi setiap objek disusun dengan menggunakan sistem koordinat. Format raster menggunakan grid untuk menutup (meng-cover) suatu permukaan. Format raster menyajikan titik dengan sel tunggal, garis dengan sel bersebelahan yang berurutan, dan area atau polygon dengan suatu kumpulan sel yang berbatasan.
Data raster tersebut tidak dapat langsung diedit atau digunakan. Dalam prosesnya, data hasil scanning yang telah diubah menjadi data raster harus diubah ke format vektor on screen digitasi. Jenis file gambar yang akan didigit harus sesuai dengan kriteria yang diminta oleh AutoCAD Map, biasanya berjenis .jpg dan .tif. Setelah didigit, data yang telah mengalami perubahan format tersebut kemudian diedit dan perbaikan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Perangkat lunak (software) yang sering digunakan adalah AutoCAD Map dan ArcView. BPN sendiri memanfaatkan kedua perangkat lunak ini. Namun, untuk mengedit gambar peta, digunakanlah AutoCAD Map.
AutoCAD Map yang digunakan di kalangan BPN berbeda dengan AutoCAD Map pada umumnya. Di BPN, perangkat lunak ini telah diberi tambahan aplikasi yang mendukung pekerjaan yang berkaitan dengan penggambaran serta pengeditan gambar bidang tanah. Aplikasi ini dinamakan SAS (Stand Alone System). Aplikasi SAS ini dibuat dalam bahasa Indonesia sehingga petugas yang kurang mengerti bahasa Inggris dapat memanfaatkannya tanpa harus belajar bahasa Inggris terlebih dulu.

B.     Manfaat Digitasi Peta
Keuntungan yang cepat dirasakan dari kegiatan digitasi peta hasil scan adalah mudahnya melakukan pengeditan, hal ini membuat peta yang telah didigit bersifat dinamis. Selanjutnya, peta-peta lama yang akan diedit tidak perlu digambar ulang jika akan diadakan perubahan atas peta tersebut. Hal ini dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat, dan optimal. Biaya pengerjaan juga dapat ditekan sehingga lebih hemat.
Hasilnya tidak berbeda jauh dengan peta asli karena digitasi peta dilakukan sesuai dengan peta asli yang digunakan untuk kepentingan yang berkaitan dengan pertanahan. Apabila diperlukan perubahan informasi atas bidang-bidang tanah yang ada dalam peta yang didigit tersebut, dapat langsung dilakukan perubahan tanpa harus mengubah peta yang asli sehingga jika memerlukan peta asli sebagai referensi, peta asli dapat dipakai.
Penggunaaan peta hasil digitasi juga tidak terbatas. Artinya, peta hasil digitasi dapat digunakan untuk berbagai keperluan setelah sebelumnya disesuaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan itu misalnya tentang penentuan koordinat peta.
Keuntungan lainnya adalah peta-peta yang ada di cepat rusak karena disimpan dalam format digital. Berbeda dengan peta-peta analog yang memiliki kemungkinan rusak lebih banyak daripada peta yang dibaut serta disimpan dalam bentuk digital.

C.     Digitasi Peta dalam Pemetaan Digital
Hasil digitasi peta yang berasal dari peta hasil scanning dapat dimanfaatkan sesuai keperluan. Seperti digunakan untuk membuat peta dasar pendaftaran tanah, peta pendaftaran tanah, ataupun peta-peta lain yang dibuat dalam format digital.
Meski kelihatannya mudah digunakan, tetapi peta hasil digitasi juga memiliki kelemahan. Hasil digitasi peta yang discan tidak terhindarkan dari kesalahan akibat skala dan generalisasi. Tidak hanya kesalahan akibat skala dan generalisasi, kesalahan-kesalahan teknis sewaktu men-scan peta juga dapat mempengaruhi hasil digitasi peta tersebut. Misalnya saja posisi peta yang akan discan miring dan itu tidak disadari oleh petugas, kesulitan baru muncul ketika peta tersebut akan didigit. Keadaan peta yang cukup lama juga dapat mempengaruhi hasil digitasi peta. Jika keadaan peta yang akan didigit masih utuh, tentunya tidak ada masalah tetapi akan lain apabila keadaan peta yang akan didigit tidak benar-benar utuh atau ada sobekan di sana-sini. Hal ini cukup menyulitkan sewaktu peta didigit karena kemudian ini akan mempengaruhi standarisasi maupun perhitungan luas.
Untuk mengatasinya, diadakan perhitungan atas bidang-bidang tanah yang gambarnya didigit kemudian dicocokkan dengan data lapangan. Apabila terjadi perbedaan, maka data lapangan yang dipakai. Sedangkan untuk standarisasi layer, dipakailah cara standarisasi layer dengan me-klik satu per satu layer yang diinginkan (jika merupakan bidang tertutup biasanya digunakan cara seperti ketikan akan menghitung luas dalam AutoCAD). Untuk peta yang keadaannya tidak terlalu utuh, peta tersebut didigit sesuai garis yang terlihat di komputer.
Untuk keperluan pemetaan digital, peta hasil digitasi nantinya harus disesuaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Misal jika digunakan di lingkungan BPN maka koordinat dari peta tersebut nantinya harus disesuaikan sesuai standar yang berlaku, yaitu diikatkan dalam koordinat TM3°. Kemudian peta tersebut harus diberi NIB (Nomor Identifikasi Bidang) bila akan dipakai untuk peta pendaftaran dan NIS (Nomor Identifikasi Sementara) bila akan dipakai untuk pembuatan peta dasar pendaftaran.

BAB III
PENUTUP

Pekerjaan penggambaran bidang tanah yang terdapat pada peta sebenarnya merupakan pekerjaan yang cukup rumit. Keadaan suatu bidang tanah tak selalu sama, karena itulah diperlukan editing serta pembaharuan informasi bidang-bidang tanah.
Seiring waktu, teknologi berkembang di semua bidang. Tak terkecuali di bidang pertanahan. Untuk mempermudah pekerjaan, dimanfaatkanlah perangkat lunak yang bernama AutoCAD Map. Versi lain dari AutoCAD ini memiliki kelebihan terutama untuk keperluan menggambar maupun mengedit peta. Di BPN, perangkat lunak ini diberi aplikasi tambahan yang tak jauh berbeda dengan dasar AutoCAD Map itu sendiri. Aplikasi ini disebut dengan SAS (Stand Alone System).
Dengan adanya perangkat lunak yang diberi tambahan aplikasi SAS ini, pekerjaan yang berkaitan tentang penggambaran maupun pengeditan gambar dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan hemat. Penggambaran dengan menggunakan metode analog (kertas) mulai ditinggalkan, peta-peta lama yang merupakan peta-peta yang dijadikan dasar penggambaran mulai diubah formatnya menjadi digital dengan cara menggunakan digitizer serta scanner.
Kegiatan mengubah format peta yang tadinya berformat analog menjadi format digital disebut dengan digitasi. Diperlukan keahlian waktu, tenaga, biaya, dan menuntut adanya tenaga ahli yang cukup menguasai tekniknya. Hasil dari digitasi peta yang discan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti misalnya digunakan pembuatan peta dasar pendaftaran atau pembuatan peta pendaftaran. Selain itu, peta yang telah berformat digital dapat dengan mudah diedit atau diubah sesuai dengan kepentingannya.
Meskipun begitu, tetap ada kendala dalam menggunakan peta hasil digitasi untuk keperluan pemetaan digital. Mulai dari masalah teknis, usia peta, hingga keadaan gambar yang dapat mempengaruhi hasil pekerjaan digitasi. Hal itu itu nantinya dapat berpengaruh dalam pekerjaan editing yang lain, seperti standarisasi layer serta perhitungan luas. Namun, untungnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi.
 
DAFTAR PUSTAKA


Bakorsurtanal. 2009. Apakah Peta Digital itu ? Available [online] : <http://www.bakosurtanal.go.id/?m=11> [20  Mei 2009]

Hasbi AS, Moh. 2009. Teknologi dan Perpustakaan. Available [online] : < http://www.snapdrive.net/files/577716/ARTICLE/PERPUSTAKAAN%20DAN%20TEKNOLOGI%20(hasimori_1985@yahoo.com).pdf.> [18 Mei 2009]

Khomsin. 2004. Pendidikan dan Pelatihan(Diklat) Teknis Pengukuran dan Pemetaan Kota Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh September. Available [online] : <http://oc.its.ac.id/ambilfile.php?idp=377> [18 Mei 2009]

materi kuliah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar